Saya akan
membangun “persahabatan” dengan rakyat pribumi. Apalagi saat pertama kali
datang di Nusantara, masyarakat pribumi terkesan sangat senang dengan
kedatangan Belanda. Hal ini terjadi karena Belanda dianggap sebagai musuh
Portugis. Hal tersebut tentu bisa dimanfaatkan bukan? Dengan mengusir Portugis
dari Nusantara, pribumi akan menaruh kepercayaannya pada Belanda. Mungkin saya
malah akan dianggap sebagai pahlawan.
Tidak perlu
terburu-buru untuk meraup kekayaan di seantero Nusantara. Saya akan memberi
tahu pribumi komoditi apa saja yang laku keras di pasaran Eropa. Lalu, saya
juga akan mengajari mereka cara menanam rempah-rempah secara produktif. Saya
juga akan menjaga sikap saya, membuang jauh kesombongan saya, dan menyembunyikan keserakahan saya, agar pribumi tetap percaya kepada saya.
Selain itu,
saya akan membangun infrastruktur-infrastruktur yang meningkatkan kesejahteraan
mereka. Tentu saja, dengan tenaga kerja pribumi. Namun, berbeda dengan Belanda
yang asli, saya akan memperlakukan mereka dengan layak. Sehingga mereka akan
terasa nyaman dan tidak memberontak. Lagipula, semua orang ingin daerahnya
menjadi maju, bukan?
Kemudian,
saya akan memanfaatkan kepercayaan pribumi untuk menguasai wilayah mereka.
Tentu saja dengan melakukan praktik devide
et impera atau adu domba yang menyebabkan Nusantara terpecah belah. Lalu
bagaimana jika mereka meminta bantuan dari saya? Tentu saja, sebagai “teman”
yang baik saya akan memenuhi permintaan mereka. Namun dengan syarat, pribumi
menyepakati perjanjian yang saya buat.
Bersamaan
dengan pembangunan infrastruktur dan adu domba, saya akan mengirim
rakyat-rakyat saya sedikit demi sedikit ke Nusantara. Dengan dalih untuk “membantu
memajukan wilayah Nusantara”. Saya akan menyediakan tempat untuk mereka
tinggali. Adu domba juga bisa memisahkan kebersamaan mereka sehingga mereka
tidak bisa menyatu dan memberontak bersama. Mungkin kenaifan pribumi yang tidak
berpendidikan bisa dimanfaatkan.
Perlahan, saya akan meracuni pikiran mereka untuk memberikan saya
rempah-rempah yang banyak. Selain rempah-rempah, saya juga akan menyedot
kekayaan alam mereka seperti hutan, gunung, dan lautan.
Dengan
begitu, mungkin saja saya sebagai Belanda bisa menguasai Nusantara 300 tahun
lebih lama.
Diary of Strategy
Ingin
berperan menjadi negara apa dalam sejarah penjajahan Indonesia?
Jika?
Indonesia kaya akan rempah-rempah dan strategis letaknya untuk perdagangan. Hal ini tentu saja membuat negara-negara lain berdatangan ke sini, terutama negara yang mengalami musim dingin. Mereka membutuhkan rempah-rempah untuk mengahangatkan diri dan mengawetkan makanan. Nah, kedatangan bangsa-bangsa lain ke negara ini tentu tidak begitu saja datang dan pergi. Namun, mereka membawa dampak positif maupun negatif ke Indonesia.
Dimulai dari Portugis. Kedatangan bangsa ini di Indonesia meninggalkan musik keroncong. Namun, bansga ini juga mengajarkan sifat buruknya, yaitu mengadu domba. Praktiknya adalah saat mereka mengadu domba kerajaan Ternate-Tidore bersama dengan Spanyol.
Kemudian, ada Inggris. Bangsa yang menjunjung tinggi ratu mereka ini memperbaiki sistem sosial keuangan di Indonesia dengan cara melaksanakan sistem perdagangan bebas. Salah satu pemerintahnya, yaitu Raffles, menemukan bunga langka yang akhirnya diberi nama Rafflesia arnoldii. Istrinya,Olivia Marianne, merintis Kebun Raya Bogor. Namun, sama seperti bangsa lainnya bangsa ini juga membawa dampak negatif, yaitu lewat bahasanya. Mengapa? Karena sekarang, bahasa Inggris lebih diutamakan oleh rakyat Indonesia dibadingkan bahasadaerah maupun bahasa Indonesia sendiri.
Selain itu, ada juga Belanda. Bangsa yang paling lama menjajah Indonesia ini memperkenalkan tanaman dagang yang laku di pasaran ekspor Eropa. Selain itu, bangsa ini juga membangun infrastruktur-infrastruktur besar seperti jalan raya, rel kereta, dan lainnya. Namun, bukannya membuat Indonesia sejahtera, bngsa ini justru membuat Indonesia sengsara. Contohnya. seperti diadakannya tanam paksa, kerja rodi, dan mulai dikenal sistem monopoli.
Lalu, terdapat kongsi dagang di Indonesia yang bernama VOC. Dengan adanya VOC ini, sistem ekonomi uang semakin berkembang. Akan tetapi, banyak dari kebijakan VOC yang merugikan rakyat pribumi dan seakan-akan semaunya sendiri.
Yang Mereka Bawa
Indonesia,
negeri yang kaya akan budaya. Muncul pertanyaan di benak Saya, bagaimana cara
Islam masuk dan begitu menjamur di negara yang luas dan kaya ini? Bahkan sampai
menjadi negara mayoritas muslim di dunia. Setelah belajar sejarah Islam di
Indonesia, ada banyak pelajaran yang dapat diambil, diantaranya :
- Cerdas dalam berdakwah
Bukan dengan paksaan apalagi perang. Para ulama terdahulu menyebarkan
agama Islam dengan kedamaian. Apalagi rakyat Indonesia sendiri bersifat terbuka
dengan hal-hal yang baru. Ditambah lagi, para ulama menggunakan kebudayaan di
Indonesia sendiri. Hal ini tentu menambah ketertarikan masyarakat Indonesia. Contohnya,
dakwah dari Sunan Kalijaga yang menggunakan wayang sebagai sarana dakwahnya.
Islam itu sendiri
Mudah jika masyarakat ingin memeluk agama Islam. Yang perlu dilakukan
hanyalah membaca dua kalimat syahadat. Tidak perlu mengadakan upacara atau yang
lainnya. Islam juga tidak membedakan antara si kaya dan si miskin, namun lewat
akhlaknya. Hal ini, yang bertentangan dengan agama yang sebelumnya, tidak semena-mena dilabrak oleh Islam. Toleransi yang kuat malah menjadikan Islam diterima baik oleh masyarakat Indonesia.
Awal Islam di Nusantara
Sejarah bukanlah untuk dibaca lalu disimpan rapih di memori otak. Namun lebih dari itu. Sejarah harus diaplikasikan ke kehidupan. Sejarah bukan untuk nilai rapot, namun nilai kehidupan. Pada kenyataannya, banyak pelajaran yang dapat kita ambil dari sejarah. Diantaranya, kita dapt mengambil pelajaran pada masa kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia.
Ambil Tarumanegara sebagai contoh pertama. Masyarakat pada kerajaan ini begitu patuh dan setia kepada rajanya. Dibuatnya prasasti-prasasti yang memuja raja mereka. Dalam kehidupan kita, kita bisa mencontoh mereka. Bukan membuat prasasti tentunya, namun patuh dan taat kepada pemimpin kita. Tapi, tidak semerta-merta jika pemimpin kita buruk kita masih mengikutinya.
Lalu ada Kerajaan Mataram Kuno. Pada masa kerajaan ini, toleransi antar agama sangat tinggi. dibuktikan dengan pernikahan antara Rakai Pikatan yang beragama hindu dengan Sri Pramowardhani yang beragama buddha. Bukti lain yaitu adanya candi bercorak hindu dan bercorak buddha yang berdekatan, baik letak maupun waktu pembuatannya.
Sebagai kerajaan maritim, Sriwijaya mempunyai strategi dan taktik yang baik untuk memperluas ekspansi dan memperkuat perdagangannya. Sriwijaya juga dijadikan sebagai pusat agama buddha (Mahayana). Kita bisa mencontoh bagaimana Sriwijaya melakukannya.
Kemudian ada Majapahit. Kombinasi antara Hayam Wuruk dan Gajah Mada yang hebat membuat kerajaan ini mencapai puncak kejayaannya. Wilayah kekuasaannya sangat luas, seperti wilayah Indonesia sekarang. Namun, kejayaan itu harus berakhir dikarenakan kesalahpahaman antara pihak Majapahit dan Pajajaran. Hayam Wuruk berniat untuk menikahi Dyah Pitaloka, putri dari kerajaan Pajajaran. Tapi, Majapahit (selaku orang kepercayaan yang diutus untuk menjemput tuan putri, malah memerintahkan Pajajaran untuk tunduk kepada Majapahit. Pajajaran menolak dan terjadilan Perang Bubat. Disini bisa diambil pelajaran bahwa kepercayaan antara kawan sangatlah dibutuhkan.
Lalu ada Kerajaan Mataram Kuno. Pada masa kerajaan ini, toleransi antar agama sangat tinggi. dibuktikan dengan pernikahan antara Rakai Pikatan yang beragama hindu dengan Sri Pramowardhani yang beragama buddha. Bukti lain yaitu adanya candi bercorak hindu dan bercorak buddha yang berdekatan, baik letak maupun waktu pembuatannya.
Sebagai kerajaan maritim, Sriwijaya mempunyai strategi dan taktik yang baik untuk memperluas ekspansi dan memperkuat perdagangannya. Sriwijaya juga dijadikan sebagai pusat agama buddha (Mahayana). Kita bisa mencontoh bagaimana Sriwijaya melakukannya.
Kemudian ada Majapahit. Kombinasi antara Hayam Wuruk dan Gajah Mada yang hebat membuat kerajaan ini mencapai puncak kejayaannya. Wilayah kekuasaannya sangat luas, seperti wilayah Indonesia sekarang. Namun, kejayaan itu harus berakhir dikarenakan kesalahpahaman antara pihak Majapahit dan Pajajaran. Hayam Wuruk berniat untuk menikahi Dyah Pitaloka, putri dari kerajaan Pajajaran. Tapi, Majapahit (selaku orang kepercayaan yang diutus untuk menjemput tuan putri, malah memerintahkan Pajajaran untuk tunduk kepada Majapahit. Pajajaran menolak dan terjadilan Perang Bubat. Disini bisa diambil pelajaran bahwa kepercayaan antara kawan sangatlah dibutuhkan.
Dan yang terakhir Singasari. Kerajaan ini pertama kali diperintah oleh raja yang hebat, yaitu Ken Arok. Ia membuktikan bahwa bukan hanya keturunan raja saja yang bisa menadi raja. Ia, seorang anak petani, juga bisa memimpin kerajaan. Namun sayang, kerja keras yang dilakukan oleh Ken Arok tidak dibarengi dengan perangai yang baik. Pada akhirnya, kelicikan menjadi senjata makan tuan nagi dirinya.
Buah yang Dipetik
Sejarah,
sejarah, sejarah. Sejarah itu apa sih?
Kalau kalian
cari di internet, kalian bakal nemuin banyak banget artikel yang ngebahas
pengertian dari sejarah. Mulai dari asal bahasa sampai menurut para ahli. Atau
barangkali diantara kalian ada yang mager searching dan sukanya baca artikel di
blog ini (hehe), aku ada pendapat tentang pengertian dari sejarah nih. Walaupun
bukan ahli, tapi nyerempet dikitlah, haha.
Yak, simple
aja sih, menurutku sejarah itu peristiwa unik di masa lalu. Kenapa unik? Karena
sejarah itu gak bisa diulang persis untuk yang kedua kalinya dan selain
penting, sejarah itu abadi. Sejarah itu gak akan berubah dan tetap diingat
selamanya. Walaupun kebenaran dari sejarah itu sendiri bersifat subjektif.
Banyak ahli yang mengemukakan pendapat tentang suatu peristiwa dan akhirnya
muncul berbagai teori.
Nah,
setelah satu semester berpisah, sekarang aku dipertemukan lagi dengan pelajaran sejarah Indonesia. Tapi, materi yang bejibun itu akan dihabiskan hanya dalam
jangka waktu satu tahun. Padahal materi sejarah untuk sma standarnya dibahas
selama tiga tahun. Rada sedih juga sih.
Harapan selama belajar sejarah Indonesia? Yaa, semoga aja aku bisa nguasain materi dengan cepat, tambah cinta sama Indonesia, bisa menghilangkan mindset kalo pelajaran sejarah itu ngebosenin, kelas sejarah bikin suka pusing (apalagi ulangannya), terus bisa damai sama lalu haha.
Wish me luck! :D


